Syariat Islam Yes, Hukum Positif No


Ilustrasi


Agama Islam adalah agama yang lengkap tidak menerima pembagian dan pengurangan di dalam syariatnya, telah ditetapkan di dalam Al Quran atas kufurnya Yahudi dikarenakan beriman dengan sebagian syariat dan beriman atas sebagiannya, Allah ta’ala berfirman :

أَفَتُؤْمِنُونَ بِبَعْضِ الْكِتَابِ وَتَكْفُرُونَ بِبَعْضٍ ۚ فَمَا جَزَاءُ مَن يَفْعَلُ ذَٰلِكَ مِنكُمْ إِلَّا خِزْيٌ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يُرَدُّونَ إِلَىٰ أَشَدِّ الْعَذَابِ ۗ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ

Artinya, “Apakah kalian beriman kepada sebagian kitab, tetapi kufur kepada sebagian lainnya? Balasan bagi sebagian kalian yang berbuat demiian adalah kehinaan dunia. Pada hari kiamat kelak mereka akan dimasukkan ke dalam adzab neraka yang sangat pedih. Allah sama sekali tidak lengah mencatat semua perbuatan kalian.” ( QS Al Baqarah : 85 )

Ayat diatas berlaku umum untuk siapa saja yang berlaku seperti orang-orang yahudi, sebab semua ayat dimaknai sesuai keumuman lafadz-nya bukan hanya sebatas sebab turunnya. Maksudnya, jika sebuah ayat turun karena suatu sebab tertentu, namun lafadz ayat itu umum, maka cakupan makna ayat tersebut luas seluas keumuman lafadz-nya bukan hanya sesempit sebab turunnya.

Tidaklah Rasulullah shollahu ‘alaihi wasallam meninggal kecuali syariat ini telah lengkap dan sempurna. Beliau meninggalkan umatnya di atas petunjuk yang sangat terang, malamnya seperti waktu siang, tidaklah menyimpang darinya  kecuali orang yang binasa, kemudian beliau melarang umatnya untuk mengunakan selain syariatnya.

Dari Abu Darda’ berkata, “Umar bin Khaththab datang kepada Rasulullah dengan membawa salinan dari kitab Taurat. Ia berkata: “Ya Rasulullah, saya bertemu saudaraku dari bani Quraidhoh dan menuliskan sekumpulan makalah dari kitab taurot, adakah saya tunjukkan padamu?” Rasulullah diam, lalu Abdullah berkata, “Tidakkah engkau melihat perubahan pada wajah Rasulullah?” Maka Umar berkata: “Kami ridha Allah sebagai Rabb kami, Islam sebagai agama kami dan Muhammad sebagai Nabi kami.” Rasul pun bergembira…Rasulullah berkata: “Demi Allah, seandai-nya Musa  muncul kepada kalian kemudian kalian mengikutinya dan meninggalkan aku, sungguh kalian telah sesat. Sesungguhnya kalian adalah bagian dari ummatku dan aku adalah bagianmu dari para nabi.” (Majma’ul Zawahid wa Manbaul Fawaid : 1/179)

Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam marah besar dan menghardik dengan keras Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu lantaran ingin menunjukkan lembaran Taurat kepada beliau, tidak untuk diterapkan. Lalu bagaimana kemurkaan Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam apabila melihat diantara umatnya ada yang membuat hukum untuk menandingi syari’at Allah ta’ala yang lengkap lagi sempurna?

Seyogyanya seorang muslim berusaha menjalankan syariat Allah ta’ala dan menerapkan dalam kehidupan sehari harinya, serta lapang dada, tunduk dan pasrah ketika diseru untuk berhukum kepada Allah dan Rasul-Nya sebagaimana firman Allah ta’ala :

إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَن يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Artinya, Orang-orang yang benar-benar beriman, jika diajak taat kepada Allah dan Rasul-Nya dengan menjalankan hukum Allah di tengah-tengah mereka, maka mereka berkata :“Kami mendengar dan kami taat”, Mereka itulah orang-orang yang benar-bener beruntung di dunia dan di akhirat.” ( QS An Nur : 51 )

Beda dengan orang-orang munafik apabila mereka diajak untuk berhukum kepada Allah ta’ala lantas meraka menolaknya dan tidak mau taat, Allah ta’ala berfirman :

وَإِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ إِذَا فَرِيقٌ مِّنْهُم مُّعْرِضُونَ

Artinya, “Dan jika mereka diajak taat kepada Allah dan Rasul-Nya dengan melaksanakan hukum-hukum Allah atas meraka, tiba-tiba sebagian dari mereka menolaknya.” ( QS An Nur : 48)

Untuk seorang muslim, syariat islam adalah syariat yang paling sempurna karena Allah adalah ahkamul hakimin alias sebaik-baik pemberi ketetapan hukum. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Bukankah Allah adalah sebaik-baik pemberi ketetapan hukum?” (QS. At-Tiin: 8).

Oleh sebab itu marilah kita bersama sama untuk mendakwahkan kepada seluruh manusia untuk kembali kepada ajaran islam yang murni untuk mendapatkan kebahagian dunia dan akhirat.
Ibnu Taimiyyah –rahimahullah– berkata :

ذمَّ اللهُ عز وجل المدعين الإيمان بالكتب كلها، وهم يتركون التحاكم إلى الكتاب والسنة، ويتحاكمون إلى بعض الطواغيت المعظمة من دون الله، كما يعيب ذلك كثير ممن يدعي الإسلام وينتحله في تحاكمهم إلى مقالات الصابئة الفلاسفة أوغيرهم، أوإلى سياسة بعض الملوك الخارجين عن شريعة الإسلام

Artinya, “Allah ta’ala telah mencela orang-orang yang mengaku beriman kepada seluruh kitab (yang diturunkan oleh Allah ta’ala ) akan tetapi mereka meninggalkan berhukum kepada Al quran dan As sunnah, dan berhukum kepada sebagian aturan-aturan syetan yang diagung-agungkan  selain aturan Allah ta’ala, sebagaimana Allah mencela sebagian orang yang mengaku muslim akan tetapi mereka menuhankan perkataan-perkataan falsafah, atau berhukum kepada siyasah (politik) sebagian para raja yang keluar dari syari’at islam.” (Majmu’ Fatawa 12/339-340)

Kehinaan dan celaan dari Allah ta’ala bagi siapa saja yang mengantikan syari’atNya  dengan yang lainnya, walaupun dia mengakui seluruh ajaran islam atau menyakini seluruh rukun iman yang ada, bahkan Allah telah mengancam mereka dengan kekufuran yang nyata, Allah ta’ala berfirman :

أَمْ لَهُمْ شُرَكَاءُ شَرَعُوا لَهُم مِّنَ الدِّينِ مَا لَمْ يَأْذَن بِهِ اللَّهُ ۚ

Artinya, “Apakah mereka mempunyai sekutu-sekutu (selain Allâh) yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allâh? (QS. asy-Syuura : 21)

Maka cukuplah bagi kita untuk menerapkan dan menjalankan Al quran dan As sunnah di ranah kehidupan kita dari masalah yang kecil ( seperti tata cara tidur ) sampai masalah yang besar ( seperti dunia perpolitikan ), hanya kepada aturanNya kita tunduk dan patuh untuk mendapatkan keridhaan atau pujianNya di dunia maupun akhirat.

Permasalahan berhukum kepada syariat Allah dan menjadikan Allah satu-satunya yang membuat hukum adalah hal yang telah disepakati oleh Ulama kaum muslimin dari dahulu sampai sekarang. Bahkan bisa menjadikan seseorang keluar dari Islam apabila dia ridha dan menjadikan dirinya tandingan untuk Allah ta’ala, berdasarkan firman Allah:

فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّىٰ يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنفُسِهِمْ حَرَجًا مِّمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Maka demi Rabbmu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya” (QS. An Nisa’ 65).

Imam Ibnu Katsir menukil Ijma’ atas kekafiran setiap orang yang menerapkan undang-undang yang menyelisihi Syariat Islam. (lih. Al-Bidayah wan Nihayah,13/119), Mufti dan ahli Hadits Mesir yang terkenal, Syeikh Ahmad Syakir berkata “Permasalahan yang harus dipastikan, bahwa penerapan undang-undang positif merupakan kufrun bawwah-kekafiran yang nyata. Kekafirannya sejelas matahari disiang hari bolong.” (Umdatu Tafsir, 2/172).

Ungkapan ulama- ulama diatas adalah suatu statement yang sifatnya umum ataupun mutlak bukan secara ta’yin (menghukumi secara personalnya) dan seseorang tidak bisa dita’yin keluar dari agama islam kecuali setelah memenuhi syarat-syarat tertentu dan hilang penghalang-penghalang kekafiran dari dirinya.
jadi janganlah menuduh beberapa ulama yang mengajak ke hal ini sebagai orang yang berpaham khawarij ataupun radikal, karena ketika para ulama’ menghukumi sesuatu itu berdasarkan nash-nash yang ada, kemudian mereka juga tidak sembarangan atau terburu-buru dalam menghukumi suatu permasalahan, apalagi dalam menghukumi seseorang keluar dari agama islam.

Intinya secara umum atau mutlak ulama kita sepakat atas kufurnya seseorang yang  membuat tandingan hukum atas syariat Allah ta’ala ketika tidak ada ‘udzur atau mawâni’ut takfîr yang menghalangi mereka wallahu ‘alam.




Sumber : disini

Related

Artikel Kajian Islam 5220209929864500751

Post a Comment

Channel Dakwah di Facebook

Channel Dakwah di Facebook
Jendela Menuju Ilmu Syar'i

Channel Dakwah Telegram

Channel Dakwah Telegram
Jendela Menuju Ilmu Syar'i

Total Pageviews

Paling Banyak Dikunjungi

Folow Me on Google Plus

FOLLOW ME ON FANSPAGE

Translate

item