HTI Bubar, Pertanda Buruk Bagi Demokrasi Indonesia


imgKegiatan Hizbut Tahrir Indonesia di Kendari Sulawesi Tenggara. 


Pengamat Politik Universitas Al-Azhar, Dr Ujang Komarudin mengatakan, sikap pemerintah terhadap HTI dengan cara membubarkanya adalah sikap yang seolah-olah paling benar. Menurutnya, jika pemerintah merasa paling benar, maka kehidupan demokrasi di Indonesia tidak akan berjalan dengan baik.
"Itu sangat buruk untuk kehidupan demokrasi di Indonesia kedepannya," katanya kepada Harian Amanah di Jakarta, Rabu (10/5/2017).
Direktur Indonesia Political Riveuw ini menambahkan, pembubaran HTI harusnya dilakukan dengan melihat kesalahan yang dilakukan. "Pembubaran HTI harusnya dilakukan dengan melihat kesalahan yang dilakukan secara objektif," ujarnya.

HTI bisa dibubarkan jika melakukan kekerasan, melanggar hukum atau melakukan intimidasi terhadap rakyat atau negara. Lanjut Ujang, di Australia, Inggris dan belahan dunia lain HTI berkembang pesat. Tapi dibiarkan dan tidak dibubarkan.
"Di sana mereka (HTI) dibiarkan. Kecuali melakukan tindakan seperti yang saya sebutkan tadi," jelasnya. Ia kemudian berpesan, agar kiranya HTI bisa menjadi gerakan Islam yang rahmatan lil alamin dan menjaga keutuhan NKRI.






Sumber : disini

Related

Peristiwa 295322900598350861

Post a Comment

Teknik dan Strategi Menguasai Search Engine Google untuk Memenangkan Kompetisi Website Bisnis

http://picasion.com/

Software GO SMART AND FUN

Total Pageviews

Paling Banyak Dikunjungi

Belajar Import dari Cina

INDONESIAN 3D ARCHITECT COMMUNITY

Translate

item