Pelajaran Politik Musa as vs Firaun (3)


Fokus Pada Akar Masalah

قَالُوا أُوذِينَا مِن قَبْلِ أَن تَأْتِيَنَا وَمِن بَعْدِ مَا جِئْتَنَا ۚ قَالَ عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَن يُهْلِكَ عَدُوَّكُمْ وَيَسْتَخْلِفَكُمْ فِي الْأَرْضِ فَيَنظُرَ كَيْفَ تَعْمَلُونَ (129)

Mereka berkata: Kami menjadi korban kekerasan (Firaun) sejak Anda belum datang, maupun sesudah Anda datang. Musa menjawab: Semoga Allah hancurkan musuh kalian, dan menjadikan kalian sebagai pewaris kekuasaan mereka, lalu Allah akan melihat apa yang kalian lakukan (terkait warisan tersebut). (QS. 7/al-a'raf: 129)

Musa as mendapat curhat dari bani Israil terkait dampak kedatangan Musa as. Kehadiran Musa as dianggap tidak memperbaiki keadaan, bahkan meruncingkan situasi.

Ada dua fase kekerasan terhadap Bani Israil. Pertama, saat muncul ramalan bahwa kerajaan Firaun akan diruntuhkan oleh salah seorang putra Bani Israil. Mencegah bahaya, Firaun meluncurkan proyek genosida terhadap keturunan lelaki Bani Israil.

Kedua, setelah Musa as datang membawa amanat dakwah terhadap Firaun. Setelah mukjizat ditampilkan di hadapan Firaun, keputusan genosida kembali terulang. Kali ini menyasar semua orang yang menjadi pengikut Musa as, tentu saja bani Israil secara keseluruhan yang menanggung akibat.

Betapa dilematis posisi Musa as. Firaun siap menerkam kapan saja dari depan. Sementara pengikut komplain dari belakang; penderitaan mereka kian parah setelah Musa as datang.

Dalam situasi demikian, sangat mungkin seorang pemimpin tiba-tiba menjadi melankolis. Ia tak tega mendengar curhat kaumnya yang miris. Boleh jadi ia akan mengurungkan langkah perjuangan, atau berhenti melawan, bahkan dengan dakwah sekalipun.

Tapi Musa as memberi teladan ketegaran. Tegar melawan musuh dari depan, dan tegar menjadi sasaran kambing hitam kaumnya sendiri dari belakang.

Musa as tak kehilangan akal sehat. Bahwa penyebab kekerasan yang menimpa bani Israil bukan karena perlawanan Musa as, terbukti sebelum Musa as datang bani Israil sudah menjadi korban. Berarti, penyebab hakiki adalah karena Firaun kuat dan jahat. Kombinasi kekuatan dan kejahatan yang menjadi akar masalah.

Maka simak jawaban Musa as untuk kaumnya: Semoga Allah hancurkan musuh kalian... Bahwa akar masalahnya adalah kuat dan jahatnya Firaun, maka harus dihancurkan. Bukan perlawanan Musa as yang harus dihentikan. Kuatnya Firaun dan lemahnya bani Israil tak membuat kesimpulan berubah, tetap solusinya tunggal: kekuatan Firaun harus dilumpuhkan, meski secara rasa mustahil. Rasa tak boleh mengalahkan logika (sunnah kauniyah).

Hari ini umat Islam menjadi korban kebiadaban berbagai rezim di dunia. Obatnya tunggal, tingkatkan skala perlawanan sampai tumbang kekuatan kekafiran dan kedurjanaan. Serang bangunan ideologinya dengan dakwah, dan hantam bangunan kekuatannya dengan jihad, sambil terus minta pertolongan Allah. Hanya itu jalan yang tersedia dan logis. Rasa lemah dan rasa takut tak boleh mengalahkan logika jalan. Wallahua'lam.

Sumber : @elhakimi

Channel : https://telegram.me/islamulia
Join channel : @suaramedia


Join channel : https://telegram.me/suaramedia

Related

Oase 8192082756203457719

Post a Comment

Teknik dan Strategi Menguasai Search Engine Google untuk Memenangkan Kompetisi Website Bisnis

http://picasion.com/

Software GO SMART AND FUN

Total Pageviews

Paling Banyak Dikunjungi

Belajar Import dari Cina

INDONESIAN 3D ARCHITECT COMMUNITY

Translate

item