Pemuda Muhammadiyah: Kenapa Jika Berkaitan Situs Islam Stigmatisasinya Cepat Sekali?


Ketua PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak menyoroti terkait sikap pemerintah yang seolah tebang pilih dalam menindak situs yang dinilai bermuatan provokatif maupun radikal.

Menurutnya, hal tersebut perlu ditegakan hukum. Namun, ia menyayangkan adanya stigmatisasi terhadap situs Islam.
“Yang jadi pertanyaan kami di Muhammadiyah, kalau berkaitan situs Islam itu stigmatisasinya cepat sekali. Disebut anti toleransi, teroris dan macam-macam,” ujarnya di Gedung PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Kamis (29/12/2016).
Namun, terangnya, jika berkaitan dengan situs lain walaupun juga bermuatan ujaran kebencian, aparat seolah luput.
“Misalnya sebut saja situs NKRI segala macam, tapi isinya ujaran kebencian, kebencian terhadap agama tertentu, dan memprovokasi. Itu tidak diblok,” ungkapnya.
Dahnil menilai, ada masalah penegakan hukum dalam menyikapi situs-situs di internet.
“Jadi jangan kemudian situs Islam tertentu dituduh teroris dan sebagainya, kalau ini enggak,” tandasnya.
Karenanya, Dahnil meminta untuk aparatur pemerintah harus menghadirkan hukum yang berkeadilan.
Sebagaimana diketahui pemerintah sejak hari Sabtu (30/12/2016) kembali menutup situs-situs Islam tanpa pemberitahuan dan tanpa alasan. Diantara mereka adalah; Voa-Islam, Kiblat dan Islampos.

Sumber : disini

Related

Peristiwa 4372355594841852178

Post a Comment

Channel Dakwah di Facebook

Channel Dakwah di Facebook
Jendela Menuju Ilmu Syar'i

Channel Dakwah Telegram

Channel Dakwah Telegram
Jendela Menuju Ilmu Syar'i

Total Pageviews

Paling Banyak Dikunjungi

Folow Me on Google Plus

FOLLOW ME ON FANSPAGE

Translate

item