Sunnatullah Penghancuran



Pasca demo akbar 411 arogansi aparat kian menjadi. Hari ini, 24 nop, tersiar kabar Buni Yani ditahan di polda Jakarta. Dia hanya mengunggah potongan video penistaan agama yang dilakukan a hog. Sebaliknya sang penista sudah tersangka masih melenggang bebas, entah karena lebih mensakralkan pilkada, takut dengan para cukong di belakang a hog atau upaya menjaga singgasana.

Hal yang pasti, ulama yang memiliki otoritas tertinggi sudah menetapkan ucapkan a hog sebagai penistaan agama. Artinya, peringatan dari Allah telah tersampaikan. Tapi bukannya merespon arahan ulama, justru memamerkan arogansi.

Fenomena seperti ini jika kita bandingkan dengan sejarah panjang umat manusia, bisa menjadi sinyal bakal hancurnya singgasana. Bisa singgasana tertinggi, bisa pula singgasana di bawahnya.

Sunnatullah penghancuran terjadi setelah adanya dua sebab beriringan; pertama, menolak kebenaran dan kedua, mempertontonkan kezaliman. Penolakan kebenaran dalam kasus a hog adalah aparat menolak pendapat keagamaan MUI. Mereka mencari segala cara untuk mengabaikan suara MUI. Sementara kezaliman yang dipertontonkan adalah penangkapan terhadap mahasiswa HMI sebelum ditetapkan sebagai tersangka, penahanan Buni Yani padahal hanya mengunggah potongan video, dan penangkapan terhadap pengunggah video kapolda yang dinilai memprovokasi.

Termasuk yang menjadi pesan tersirat, bahwa umat Islam marah karena ada ayat dilecehkan oleh non muslim. Ayat itu berisi perintah untuk tidak mendukung non muslim. Aparat muslim alih-alih melaksanakan substansi ayat, malah seolah menantang Allah dengan memamerkan pembelaan buta terhadap a hog yang non muslim. Seorang muslim seharusnya tanggap menghukum penghina Al-Quran, bukan malah membelanya.

Penghancuran kaum-kaum terdahulu yang dikisahkan Al-Quran selalu setelah terpenuhinya dua kondisi ini. Firaun menolak dakwah Musa as, lalu merangkainya dengan makar hebat terhadap nabi Musa dan bani Israel. Maka kemudian Allah hancurkan singgasananya.

Demikian pula dengan kaum Sodom. Mereka sudah diingatkan oleh nabi Luth untuk tidak melakukan LGBT, tapi mereka menolaknya dan merangkainya dengan makar terhadap Luth as. Maka sunnatullah kehancuran Allah laksanakan.

Allah swt menjelaskan sunnatullah ini:

وَإِذَا أَرَدْنَا أَن نُّهْلِكَ قَرْيَةً أَمَرْنَا مُتْرَفِيهَا فَفَسَقُواْ فِيهَا فَحَقَّ عَلَيْهَا الْقَوْلُ فَدَمَّرْنَاهَا تَدْمِيرًا

Apabila Kami (Allah) hendak menghancurkan suatu negeri, Kami perintahkan golongan kaya (penguasa) dari mereka (untuk mengikuti kebenaran dan melaksanakan keadilan) tapi mereka justru mempertontonkan kedurjanaan,  maka ketetapan ancaman sudah layak dilaksanakan, maka Kami hancurkan mereka dengan kehancuran maksimal. (QS. 17/al-isra: 16).

Al-Quran menyebut secara khusus kaum kaya (مترفون) karena mereka memiliki pengaruh di tengah masyarakat.  Kaum kaya bisa bermakna aparat pemerintah bisa pula taipan pemilik modal. Kekuasaan dan kekayaan di tangan mereka sangat potensial digunakan untuk arogan dan membuat makar.

Saat kaum kaya tersebut menolak kebenaran dan membuat teror, tugas umat Islam adalah melanjutkan pekerjaan menyampaikan kebenaran, menghentikan kemungkaran, lalu sabar dan tawakkal dalam menanggung semua resiko perjalanan. Arogansi kekuasaan bukan barang baru, sudah dari dulu sejak zaman nabi Nuh, Ibrahim, Musa, Isa dan nabi Muhammad saw. Juga dialami oleh para ulama pewaris nabi.

Allah hanya akan menilai kesungguhan, kesabaran dan tawakkal kita. Adapun kehancuran itu sudah ada yang menjamin dan merencanakannya. Sejauh kesungguhanmu, secepat itu kehancuran mereka.



Sumber : @elhakimi

Channel : https://telegram.me/islamulia

Join channel : @suaramedia

Join channel : https://telegram.me/suaramedia

Related

Oase 5561164002771774314

Post a Comment

Teknik dan Strategi Menguasai Search Engine Google untuk Memenangkan Kompetisi Website Bisnis

http://picasion.com/

Software GO SMART AND FUN

Total Pageviews

Paling Banyak Dikunjungi

Belajar Import dari Cina

INDONESIAN 3D ARCHITECT COMMUNITY

Translate

item