Islam Sempurna



Seperti apakah potret Islam yang sempurna itu? Tentu pembanding yang paling tepat adalah Islam pada zaman Nabi saw, wabil-khusus di penghujung masa kenabian, tahun 10 H. Nabi wafat pada 11 H.

Alasannya, karena ada ayat yang memotret realita keislaman masa itu sebagai puncak kesempurnaan Islam. Tak ada orang beriman menyangkal pernyataan ayat.

قال الله تعالى : ( الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا ) المائدة/3
Pada hari ini Aku (Allah) sempurnakan bagimu agamamu, Aku genapkan nikmat-ku untukmu dan Aku restui Islam sebagai agamamu.  (QS. 3/al-maidah: 3)

Ayat ini turun pada sore hari Jumat, hari Arafah, 9 Dzulhijjah 10 H, menurut pernyataan Umar bin Khattab ra. riwayat Bukhari. Realita Islam dan umat Islam hari itu seperti apa?

Saat itu Nabi saw sedang haji bersama umat Islam dari berbagai pelosok. Haji pertama yang bersih dari keikut-sertaan orang-orang musyrik Arab dan ritual jahiliyah.

Haji sebelumnya masih gado-gado, umat Islam haji bersama kaum musyrik. Keduanya dipersatukan oleh penghormatan terhadap Baitullah dan tanah haram Makkah, tapi kaum musyrik masih mempraktekkan haji ala jahiliyah; thawaf sambil telanjang meski dilakukannya malam hari dan beda waktu antara pria dan wanita.

Pada 9 H Nabi saw tidak ikut haji. Tapi mengutus Abu Bakar dan Ali untuk menyampaikan maklumat bagi seluruh warga musyrik Arab bahwa tahun depan mereka tak diperkenankan lagi berhaji, kecuali jika masuk Islam dan berhaji dengan cara Islam.

Makkumat ini diumumkan saat jamaah haji berkumpul di Arafah dan dengan mendatangi kemah-kemah jamaah. Isi maklumatnya, semua warga musyrik Arab diberi tenggang waktu 4 bulan untuk mencari tempat tinggal di luar jazirah Arab jika tak mau masuk Islam.  Maklumat berlaku sejak diumumkan. Jika tenggang waktu berakhir, siapapun warga musyrik yang masih berada di jazirah Arab akan diperangi atau dibunuh. (Lihat tafsir surat at-taubah: 1-3)

Maka ibadah haji tahun 10 H yang diikuti Nabi saw adalah haji pertama yang bersih dari ritual jahiliyah kaum musyrik. Dan jazirah Arab juga bersih dari musyrik. Semua penduduknya 100% muslim.

Kondisi ini direkam oleh al-maidah ayat 3 dengan ungkapan: pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk mengganggu Islam, maka janganlah kalian takut kepada mereka tapi takutlah hanya kepada-Ku.

Karena jazirah Arab bersih dari kekuatan musyrik, maka Nabi saw bisa mempraktekkan Islam secara lengkap tanpa kecuali dan tanpa cacat. Nabi saw juga bisa melaksanakan haji dengan sempurna, tak ada lagi jamaah yang membawa ritual jahiliyah. Syariat apapun yang diberlakukan, tak ada intervensi dari kaum musyrik.

Ayat yang memotret kesempurnaan Islam di atas bukan yang terakhir turun. Masih ada ayat waris dan riba yang belum turun saat itu. Tapi karena kondisi putus asanya kaum kafir merupakan syarat kesempurnaan Islam Allah menyebutnya sebagai Islam yang sempurna. Jadi kesempurnaan yang dimaksud adalah kesempurnaan kondisi bukan kesempurnaan daftar ajaran yang telah turun.

Jadi Islam yang sempurna adalah Islam yang bisa direalisasikan secara penuh tanpa kecuali di ruang hidup manusia, bukan hanya di ruang baca perpustakaan. Dan hal itu bisa diwujudkan hanya jika kaum kafir telah dijinakkan hingga putus asa dalam mengganggu Islam dan umat Islam.

Maka apapun kontribusi Anda untuk membuat kaum kafir putus asa sangat berharga dalam upaya menuju Islam sempurna. Tanpa itu Islam dan umat Islam akan tetap hina.


Sumber : @elhakimi

Channel : https://telegram.me/islamulia


Join channel : @suaramedia

Join channel : https://telegram.me/suaramedia

Related

Oase 7500893508143595671

Post a Comment

Teknik dan Strategi Menguasai Search Engine Google untuk Memenangkan Kompetisi Website Bisnis

http://picasion.com/

Software GO SMART AND FUN

Total Pageviews

Paling Banyak Dikunjungi

Belajar Import dari Cina

INDONESIAN 3D ARCHITECT COMMUNITY

Translate

item