Indahnya Perjalanan Menuju Allah bag. 1/2 - Ust. Farid Ahmad Okbah, Lc, MA

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,

”Jalan yang mengantarkan (seseorang) kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala hanyalah satu. Yaitu sesuatu yang dengannya, Allah mengutus para rasulNya dan menurunkan kitab-kitabNya. Tiada seorangpun yang dapat sampai kepadaNya, kecuali melalui jalan tersebut.

Ketahuilah wahai saudaraku... Jalan tersebut adalah Islam. Di dalam al Qur an, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلاَتَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ

Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalanKu yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalanNya. [Al An’am:153].

Kita diperintahkan untuk mengikuiti jalan Islam tersebut. Dan dilarang mengikuti jalan selain jalan islam. Karena akan  berakibat menyesatkan kita dari jalan Allah. 


Dalam ayat lain Allah Ta’ala berfirman,

وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى

Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa.(QS. Al-Baqarah: 197)

Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah berkata, “Bekal yang sebenarnya yang tetap mesti ada di dunia dan di akhirat adalah bekal takwa, ini adalah bekal yang mesti dibawa untuk negeri akhirat yang kekal abadi. Bekal ini dibutuhkan untuk kehidupan sempurna yang penuh kelezatan di akhirat dan negeri yang kekal abadi selamanya. Siapa saja yang meninggalkan bekal ini, perjalanannya akan terputus dan akan mendapatkan berbagai kesulitan, bahkan ia tak bisa sampai pada negeri orang yang bertakwa (yaitu surga). Inilah pujian bagi yang bertakwa.” (Taisir Al-Karim Ar-Rahman, hlm. 92)

Kita semua adalah orang yang sedang mengadakan perjalanan. Dan sebagai orang yang sedang menempuh sebuah perjalanan,  kita sepakat hal terbaik untuk kita lakukan tak lain adalah memperersiapkan diri dengan keimanan dan ketakwaan.

Itulah modal yang sangat kita butuhkan dan mutlak kita perlukan untuk hari kiamat (yaumul ma’ad). Karena sudah menjadi kepastian bahwa orang yang bersafar di dunia mesti memiliki bekal. Musafir tersebut membutuhkan makan, minum dan kendaraan.

Sama halnya dengan safar dunia menuju akhirat juga butuh bekal. Bekalnya adalah dengan ketakwaan pada Allah, amal taat dan menjauhi berbagai larangan Allah. Hal

Bekal ini tentu lebih utama dari bekal saat safar di dunia. Bekal dunia tadi hanya memenuhi keinginan jiwa dan nafsu syahwat. Sedangkan bekal akhirat (takwa) akan mengantarkan pada kehidupan abadi di akhirat.

Lebih lanjut, silahkan simak kajian Ustadz Farid Ahmad Okbah MA silahkan simak dalam video berikut




Download Gratis Video Kajian Islamnya  di sini






Related

Video Kajian Islam 6429122921088420919

Post a Comment

Teknik dan Strategi Menguasai Search Engine Google untuk Memenangkan Kompetisi Website Bisnis

http://picasion.com/

Software GO SMART AND FUN

Total Pageviews

Paling Banyak Dikunjungi

Belajar Import dari Cina

INDONESIAN 3D ARCHITECT COMMUNITY

Translate

item