Download Gratis Kajian Islam Ust Dr.Zain An Najah MA : Fiqih Muslimah



“Muslimah itu unik”. Kalimat itu menyiratkan bahwa seorang muslimah memiliki hal yang berbeda dengan lelaki sesama muslim, atau wanita non-muslim. Perbedaan itu terjadi karena titah Allah terhadap muslimah berbeda dengan lelaki muslim menjadikan keduanya memiliki “jalur” ibadah masing-masing untuk mencapai derajat takwa.  

Misal jika lelaki memperoleh derajat tertinggi dengan jihad fi sabilillah, wanita memperoleh pahala semisal dengan melahirkan anak-anak dan mendidik mereka para penerus dakwah. 

Allah menegaskan dalam Qur’an surat An-Nisa :32, yang artinya:


” Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan  Allah kepada sebagian kamu lebih banyak daripada sebagian yang lain. (karena) bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan dan bagi perempuan (pun) ada baian dari apa yang mereka usahakan, dan memohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. “

Konsekuensi menjadi seorang muslimah adalah menjalankan perintah Allah yang telah Allah tetapkan untuknya.
 
Karenannya kemuliaan dapat diraih seseorang muslimah mana kala ia memiliki kemampuan untuk :
- Menjaga martabatnya dengan iman
- Menerima semua kurniaan yang Allah berikan
- Menghijab dirinya dari kemaksiatan
- Menghiasi semua aktivitasnya dengan ibadah
- Memberikan yang terbaik terhadap sesama manusia

Seorang muslimah yang mampu melakukan semua itu akan mulia di sisi Allah dan terhormat di hadapan manusia.

Sejarah mencatatkan bahwa dalam dunia Islam sejak dahulu telah banyak muncul wanita-wanita mulia yang mendapatkan tempat yang terhormat di tengah-tengah umat hingga kini.


Contohnya Sayyidatina Khadijah r.a yang namanya terus berkibar sampai sekarang bahkan setiap anak perempuan dianjurkan untuk meneladaninya. Terkenalnya seorang Khadijah bukan kerana kecantikan dirinya namun kerana pengorbanannya dalam mendukung perjuangan Rasulullah saw mendakwahkan Islam.

Begitu juga Sayyidatina Aisyah ra, salah seorang isteri Nabi saw yang juga seorang cendekiawan muda. Daripada ia lah para sahabat mendapat berbagai disiplin ilmu seperti fiqh, hadis dan tafsir. Pada masanya, Aisyah ra diangkat menjadi ulama’ atau guru para sahabat.

Ada pula Asma' binti Yazid, seorang mujahidah yang membinasakan sembilan tentera Romawi di dalam perang Yarmuk hanya dengan menggunakan sebilah tiang kemah.

Masih ramai wanita mulia yang berkarya besar untuk umat pada masa-masa berikutnya. Keharuman dan keabadian nama mereka disebabkan oleh kemampuan :

1. Mengembangkan kualitas diri
2. Menjaga ‘iffah’ (martabat)
3. Memelihara diri dari kemaksiatan

Sinar kemuliaan mereka muncul dari dalam diri mereka bukan dari fisik. Sinar inilah yang lebih abadi. Bagi mereka, fisik hanyalah perhiasan semata-mata di mana, dalam rentang waktu yang lama akan pudar juga akhirnya sehingga keadaan fisik seperti apapun tidak banyak mempengaruhi kehidupan mereka.

Hari ini, sangat penting bagi setiap wanita muslimah untuk mamahami secara baik jalan-jalan yang dapat menyelamatkan diri mereka daripada fitnah-fitnah dunia yang mengheret mereka ke lembah kehinaan.


Lebih lanjut silahkan simak Kajian Islam Ust Dr Zain An Najah MA ini dalam video berikut..

 




Download Gratis Kajian Islam Ust Dr. Zain An Najah MA : Fiqih  Muslimah  di sini






Related

Video Kajian Islam 6454869218766785911

Post a Comment

Channel Dakwah di Facebook

Channel Dakwah di Facebook
Jendela Menuju Ilmu Syar'i

Channel Dakwah Telegram

Channel Dakwah Telegram
Jendela Menuju Ilmu Syar'i

Total Pageviews

Paling Banyak Dikunjungi

Folow Me on Google Plus

FOLLOW ME ON FANSPAGE

Translate

item