Tabligh Akbar Meneladani Sahabat Nabi Bersama Ustadz Farid Ahmad Okbah

by Media Islam - Untuk menjalani kehidupan dengan benar, manusia memerlukan petunjuk yang benar. Di samping juga dibutuhkan figur teladan untuk ditiru. Dengan figur teladan, petunjuk kebenaran itu akan lebih mudah diaplikasikan dalam perbuatan. 

Sebagaimana petunjuknya yang benar, figurnya pun harus benar. Apabila figur panutannya salah, para pengikutnya pun dipastikan mengalami kesalahan. Bagi umat Islam, tidak perlu repot mencari figur teladan. Sebab Allah SWT telah menjadikan RasuluIllah SAW sebagai teladan yang baik. Siapa pun yang berharap bahagia menuju jannah terbaiknya, tidak ada pilihan lain kecuali meneladani kehidupannya beserta sahabat. 

Inilah yang ditegaskan dalam QS Al-Ahzab [33]: 21, “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. 

Karena itu dalam kesempatan Tabligh Akbar: “Meneladani Sahabat Nabi SAW”ini,  Ust Farid Okbah menekankan pentingnya meneladani sahabat nabi. Yakni dengan mengikuti apa yang Rasulullah Shallahu ‘alahi wa sallam ajarkan, sekaligus senantiasa belajar dan senantiasa mengikuti manhaj para Sahabat Nabi Shallahu ‘alahi wa sallam yang kita semua mengetahui bahwa mereka telah belajar langsung dari Rasulullah Shallahu ‘alahi wa sallam.


Ada beberapa hal utama yang ditanamkan Rasulullah Saw., kepada para sahabat. Di antaranya, kekuatan akidah sebagai pondasi umat Islam dalam menjalankan ibadah kepada Allah Swt. Demikian sepenggal pendapat Ustaz Farid Ahmad Okbah dalam menyampaikan kajiannya di Tabligh Akbar “Meneladani Sahabat Nabi”.
“Selain itu, kekuatan ilmu dan akal, serta kekuatan ukhuwwah,” kata Ustaz Farid Okbah, di Masjid Al Lathiif -Bandung, Ahad (06/12/2015).
Ustaz Farid Okbah melanjutkan, kata ‘sahabat’ dalam bahasa Arab berasal dari kata Shuhbah, yang artinya pertemanan. Sedangkan dalam Kitab Al Ishobab, Ibnu Hajar mengatakan bahwa sahabat itushahabiyyun yang artinya mereka yang berjumpa dengan Nabi dan beriman kepadanya serta meninggal dalam keadaan muslim.
“Keutamaan Sahabat bisa dilihat dari sikap mereka yang selalu siap membela Allah dan Rasul-Nya, mereka siap berjihad di jalan-Nya, selalu menghormati tamu, memiliki ilmu yang luas, dan mereka senantiasa rindu dengan jannah (Surga),” ungkap Pendiri Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) ini.
Keutamaan lainnya juga tercantum dalam Hadits-hadits shahih. Salah satunya, kata Ustaz Farid, yang diriwayatkan Bukhori dan Muslim, Dari Imran bin Husain r.a, Rasulullah Saw., bersabda,“Sebaik–baik umatku adalah yang orang-orang hidup pada zamanku (para sahabat) kemudian orang-orang yang datang setelah mereka (tabi’ut tabi’in).
“Menurut Imam Al Auza’I sikap yang dipraktikkan para sahabat, yaitu senantiasa mengutamakan persatuan umat, menegakkan Sunnah, selalu berinteraksi dengan Al Quran. Tak lupa memakmurkan masjid, dan berjihad fii sabilillah,” jelasnya di hadapan ratusan jamaah yang tampak khusyu’ mendengarkan tausiyah beliau.
Tabligh Akbar ini diselenggarakan atas kerja sama DKM Al Lathiif bersama Komunitas Dakwah & Sosial (Kodas), Fun Ta’lim, dan Pemuda Istiqomah.


Related

Liputan Dakwah 5969583389299221415

Post a Comment

Teknik dan Strategi Menguasai Search Engine Google untuk Memenangkan Kompetisi Website Bisnis

http://picasion.com/

Software GO SMART AND FUN

Total Pageviews

Paling Banyak Dikunjungi

Belajar Import dari Cina

INDONESIAN 3D ARCHITECT COMMUNITY

Translate

item