Ust. Umar Mita Lc Harta Berlimpah Belum Tentu Hidup Barokah, by Media Islam

by Media Islam- Apakah Rizki itu adalah harta, uang, atau kekayaan sebagaimana yang difahami kebayankan orang sehingga ia rela melakukan apa saja, memikirkannya dan mengupayakan sepanjang waktu untuk mendapatkannya sementara dalam waktu yang bersamaan ia kehilangan banyak hal tanpa disadari. 

Perhatikan sabda nabi berikut
“Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: “Seorang hamba berkata, ‘Hartaku, hartaku!‘ Padahal dari hartanya dia hanya mendapatkan tiga perkara yaitu ‘Apa yang dimakan lalu ia habis, atau apa yang dipakai lalu ia usang, atau apa yang dia berikan lalu dia menyimpan pahalanya di akhirat‘. Selain itu ia adalah lenyap dan (menjadi) barang peninggalannya untuk orang (selainnya).”” [HR Muslim]

Jadi jangan lagi kita keliru memkanai rizki hanya sebatas angka-angka gaji, bonus atau uang. 

Apa yang ingin ditegskan baginda nabi Rizki itu bukan soal apa yang kita punya, kita kuasai, kita miliki, yang bisa kita beli tetapi rizki itu soal rasa.

Banyak orang bisa beli kasur empuk tapi tidur nyenyak tak bisa dia beli. Banyak orang bisa beli makanan enak, gurih, dan nikmat tapi tak bisa mengonsumsinya lantaran alasan hipertensi, diabetes atau struk.

Banyak orang yang bisa memiliki rumah megah tapi justru rumah itu sering kali berasa seperti neraka karena rizki sakinah, mawaddah, warahmah tidak dimilikinya. 

Oleh sebab itu dulu nabi melarang orang berdoa untuk pengantin seperti kebiasaan orang arab “semoga langgeng dan banyak anak”

Tapi menyuruh bedoa
Barakallahula Baraka alaika wajama bainahuma fii khair
Semoga Allah memberkahimu di waktu bahagia dan memberkahimu di waktu susah, serta semoga Allah mempersatukan kalian berdua dalam kebaikan” (HR. Abu Dawud no. 2130).

Perhatikan surat al-lahab, Abu Lahab dan Istrinya ternyata banyak anak dan ternyata juga menjadi pasangan yang langgeng bukan hanya di dunia bahkan hingga ke neraka. Begitulah kalau keberkahan dicabut. 

Itu alasan mengapa hari ini banyak orang yang takut banyak anak sebab fakta yang banyak dijumpai adalah orang yang memiliki banyak anak tapi penuh petaka dan kesusahan. Padahal bukan persoalan banyak sedikitnya anak tetapi contoh dilihat adalah dicabutnya keberkahan dari keluarga tersebut karena kebanyakan keluarga muslim hari ini tidak lagi memiliki keimanan dan ketaqwaan. Namun lihat kebyakakan kakek buyut kita anaknya bisa 12, subhanallah semua rizkinya dijamin.

Jadi rizki itu adalah soal rasa. Apa-apa yang melekat pada diri kita, yang bisa meberikan rasa nikmat, ketenangan dan kebahagiaan itulah rizki kita. 

Rizki yang berkah adalah rizki yang mungkin saja sedikit, tapi memberi kebahagian, memberi rasa nikmat dan terus bertumbuh dan berkembang yang manfaat dan kemaslahatannya bagi kita dan orang lain tidak putus-putus. Menjadi amal jariah bagi kita. 

Lebih lanjut silahkan simak kajian ust Oemar Mita dalam video Kajian Islam berikut ini



Video dapat diunduh di sini






Related

Video Kajian Islam 2419941461031210549

Post a Comment

Teknik dan Strategi Menguasai Search Engine Google untuk Memenangkan Kompetisi Website Bisnis

http://picasion.com/

Software GO SMART AND FUN

Total Pageviews

Paling Banyak Dikunjungi

Belajar Import dari Cina

INDONESIAN 3D ARCHITECT COMMUNITY

Translate

item