Tabligh Akbar Membongkar Kesesatan Syiah


Yogyakarta (14/7/2013) –  Syi’ah, suatu agama di luar Islam tapi mereka tidak mau disebut keluar dari Islam. Kesesatan agama syi’ah ini menjadi momok yang meresahkan di masyarakat apalagi begitu banyak berita-berita samar tersebar baik  dari media masa cetak mau pun elektronik. Banyak sekali buku atau majalah yang memiliki basic pemahaman syi’ah yang sesat ini merebak dan berhasil menjajah kaum muslimin yang kurang begitu paham akan kesesatan syi’ah. Lain daripada itu, kaum syi’ah ini pula melancarkan da’wah ila jahannam mereka melalui  media elektronik baik itu radio, VCD, DVD dan bahkan yang begitu meresahkan pula ketika mereka melancarkan makar melalui televisi. Selain itu, banyak pula situs web yang substansi  website tersebut adalah pure syi’ah dan banyak sekali konsep pola pikir yang dapat meracuni pikiran dan hati kaum muslimin.

Jogjakarta, sebagai kota pelajar merupakan ladang yang memiliki prospek yang bagus. Pro-U Media, bekerja sama dengan beberapa organisasi di Yogyakarta termasuk Syam Organizer berinisiatif untuk memblokade pergerakan sesat dan menyesatkan ala agama syi’ah ini melalui sebuah kajian ilmiah. Salah satu bentuk dari kajian tersebut dilaksanakan Ahad(13/7/2013) bertempat di masjid Jogokariyan Yogyakarta. Kegiaran tabligh akbar bertemakan “Membongkar Kesesatan Syi’ah” yang cukup menyedot anemo masyarakat. 

Tabligh akbar “Membongkar Kesesatan Syi’ah” yang dipelopori oleh Pro-U Media ini menghadirkan dua pembicara Nasional yakni Ustadz Irfan S Awwas (Majelis Mujahidin Indonesia) dan Ustadz Farid Ahmad Okbah, M.A (Murid Syaikh Utsaimin & Pendiri Majlis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI).

Ustadz Irfan S Awwas menjabarkan tentang kesesatan syi'ah. Dengan tegas ustadz menyatakan bahwa semua syi'ah itu sesat dan bukan bagian dari Islam. Beliau juga menyatakan bahwa kebencian syi'ah terhadap Islam sama dengan kebencian Yahudi kepada Islam. Pernyataan beliau pun tentunya didasari dengan berbagai fakta dan realita yang terjadi. Sebelum acara dimulai pun sudah diputarkan video kesesatan syi'ah dan perkembangan syi'ah di Indonesia sebagai prolog tabligh akbar tersebut.

Ustadz Irfan juga memberikan tips untuk mengidentifikasi seseorang itu syi'ah atau bukan. “Ada dua cara untuk mengetahui seseorang itu syi'ah atau bukan”, kata ustadz Irfan. Cara pertama adalah mengidentifikasi melalui sikapnya terhadap sahabat selain 'Ali Rodhiyallaahu 'anhu seperti Abu Bakar Ash Shiddiq, 'Umar Bin Khothob atau juga 'Utsman Bin 'Affan Rodhiyallaahu 'andhum. Jika pernah menghina ketiga sahabat nabi shollallaahu 'alayhi wa sallam tersebut maka dia syi'ah. Cara kedua adalah jika dia menolak untuk menyatakan kafirnya khomeini maka dia syi'ah karena sungguh khomeini adalah kafir karena mengusung paham syi'ah ini dan menyebarluaskannya.

Ustadz Farid Okbah dengan begitu menggebu-gebu memaparkan fakta-fakta  terkait  syi’ah. Terlebih secara konkrit ustadz Farid melaporkan data-data syi’ah baik itu di negara kufur Iran mapun di penjuru dunia termasuk Indonesia. Tidak ragu-ragu ustadz Farid menyatakan kekafiran ajaran syi’ah ini karena memang ajarannya jauh sekali dari nilai Islam dan tidak pantas lagi disebut Islam. Ada pula julukan yang beliau sematkan kepada orang yang tidak jelas apakah dia sunni dengan syi’ah dengan sebutan “Susy (Sunni-Syi’ah)”. Lebih meresahkan lagi adanya konsep “Taqiyyah” atau lebih mudah disebut dengan kamuflase dari kalangan agama syi’ah ini karena konsep ala bunglon ini tidak tampak namun berbahaya.

Lain daripada itu, masyarakat sedikit banyak sudah mulai paham bagaimana kesesatan syi’ah ini. Masjid Jogokariyan Yogyakarta begitu penuh sesak dipenuhi umat Islam yang haus akan ilmu dan penasaran apa sebenarnya syi’ah itu dan bagaimana sepak terjangnya di bumi ini.

Sebagai penutup, diadakan sesi tanya jawab dan cukup menyita anemo masyarakat yang bertanya terbukti dengan banyaknya penanya. Salah satu pertanyaan yang cukup penting untuk dikupas adalah bagaimana cara kita untuk menyikapi ajaran syi’ah ini.

Dari penjelasan kedua pembicara dapat disimpulkan bahwa kaum muslimin harus membentuk sistem untuk menanggulangi ajaran syi’ah. Sistem ini dapat dibentuk dalam kelompok kajian ilmiah untuk menangkal tersebarnya ajaran ini dengan konsep intelektual. Namun kedepannya tidak dilupakan pula persiapan secara kekuatan agar dikemudian hari jika syi’ah merajalela seperti di negara Suriah yang membantai kaum muslimin dapat dikounter dengan kekuatan kaum muslimin secara keseluruhan dengan manafikan sikap ‘ashobiyah. Waspada, syi’ah menginvasi Islam.(Syamorganizer.com) 

Related

Liputan Dakwah 8010599370072672743

Post a Comment

Teknik dan Strategi Menguasai Search Engine Google untuk Memenangkan Kompetisi Website Bisnis

http://picasion.com/

Software GO SMART AND FUN

Total Pageviews

Paling Banyak Dikunjungi

Belajar Import dari Cina

INDONESIAN 3D ARCHITECT COMMUNITY

Translate

item