Headlines News :

.

Loading...
Home » » Talkshow Visi Politik Gerakan Jihad : Menuju Indonesia Bersyariat!

Talkshow Visi Politik Gerakan Jihad : Menuju Indonesia Bersyariat!

mediakita Wednesday, February 29, 2012 | 11:16 PM

Sharia4Indonesia kembali menggelar sebuah acara penting untuk ummat Islam. Kali ini Sharia4Indonesia menggelar Talkshow Visi Politik Gerakan Jihad. Talkshow rencana akan digelar pada hari Jum'at, 14 Januari 2011, pukul 13.00 s/d 16.30 WIB bertempat di Masjid Al Bayyinah-Setia Budi, Jakarta Selatan. Allahu Akbar!

Prihatin Kondisi Ummat

Mengapa ummat Islam harus melek politik? Bagaimana kondisi ummat Islam saat ini ? Faktanya, ummat Islam saat ini berada pada titik nadir. Dari mulai wilayah-wilayah yangdicaplok kaum kafir, hingga pemikiran-pemikiran yang dipaksakan kepada mereka. Di tengah kondisi tersebut, lahirlah berbagai gerakan jihad di beberapa wilayah. Gerakan ini bangkit karena ingin melawan penjajahan barat (kafir) atas wilayah mereka, sekaligus melawan pemikiran sesat kaum penjajah kafir.

Berbagai gerakan jihad ada yang mengalami kondisi (sunnatulloh) jatuh bangun dalam mengemban misinya. Mereka asyik dengan pertarungan militer, sukses menempa jiwa ikhlas, dan berhasil menghidupkan kecintaan mati syahid. Tapi sayangnya ketika menjelang akhir kemenangan (dengan pengorbanan yang mahal), musuh-musuh Islam melepaskan tembakanuntuk menjinakkan mereka. Hal ini terjadi karena mereka (gerakan jihad) lalai memikirkan kekuasaan (politik), sebab tak sepenuh hati menggelutinya. Bahkan politik adalah sesuatu yang banyak dijauhi oleh aktivis hanya karena keliru memahami. Sikap apolitis ini justru mengakibatkan umat yang seharusnya menjadi barisan pendukung, justru bersama musuh membabat gerakan jihad. Dengan kondisi seperti ini, bagaimana caranya sebuah gerakan jihad harus berpolitik?

Sharia4Indonesia, sebagai sebuah komunitas ummat Islam yang merindukan kehidupan bersama syariat merasa berkepentingan untuk mengangkat masalah ini ke tengah-tengah ummat. Hal ini dikarenakan butuhnya sebuah pemikiran yang cerdas agar gerakan jihad mempunyai visi politik yang benar. Hal ini harus dilakukan agar tak terulang kembali kejadian-kejadian kelam di masa lampau.

Buku Visi Politik Karya Ulama Mujahid

Talkshow Visi Politik Gerakan Jihad ini terinspirasi sebuah buku dengan judul yang sama karya dua orang ulama mujahid, Syekh Hazim Al Madani dan Syekh Abu Mush'ab As Suri. Tulisan kedua ulama mujahid tersebut digabung dan kemudian diterbitkan oleh penerbit Jazera dengan judul Visi Politik Gerakan Jihad.

Buku ini hadir di tengah jatuh bangun berbagai gerakan jihad dalam mengemban misinya. Membawa pencerahan dan gagasan yang cukup kritis sekaligus cerdas, sehingga sangat mungkin menjadi " barang baru " bagi sebuah gerakan jihad, yakni politik.

 Setelah pembacaan ayat suci Al Qur'an, tepat pukul 13.30 acara yang dipandu oleh moderator M Ridho dari Asosiasi Pebisnis Muslim yang juga aktif di FUI Bogor dimulai. Moderator menyerahkan kesempatan pertama kepada Ustadz Luqman Hakim untuk memaparkan pendapatnya. Ustadz Luqman dalam hal ini bertindak mewakili penerbit Aqwam, sekaligus seorang pengamat jihad. Menurut Ustadz Luqman, saat ini umat Islam sedang mengalami 'perang semesta' alias perang global. Umat Islam saat ini diperangi oleh seluruh musyrikin, untuk itu kaum Muslimin harus sadar dan juga harus memerangi mereka (musyrikin) tanpa memilih-milih.

 Ustadz Luqman dalam kesempatan tersebut juga menekankan pentingnya politik untuk para mujahid. Tentu yang dimaksud politik disini bukanlah politik sebagaimana demokrasi yang digaungkan oleh AS belakangan ini, melainkan politik Islam yang berdasarkan Al Qur'an dan As Sunnah. Politik adalah 'alat' bagi kaum Muslimin untuk dapat menerapkan syariat Islam, dengan dakwah dan jihad tentunya.

Pada kesempatan kedua, Ustadz M Fachry sebagai Analis Jihad Ar Rahmah Media menyampaikan betapa pentingnya politik dan juga media dalam mendukung jihad global. Beliau memaparkan beberapa point penting sebagai intisari dari buku Visi Politik Gerakan Jihad karya dua orang Syekh terkemuka, yakni Syekh Hazim Al Madani dan Syekh Abu Mush'ab As Suri.

 Disampaikan Ustadz M Fachry, betapa pentingnya dukungan umat bagi perjuangan menegakkan syariat Islam, dan dalam buku tersebut bisa ditangkap bahwa mujahidin menyadari betul pentingnya dukungan umat bagi perjuangan mereka. Ustadz M Fachry mengambil contoh mujahidin Afghanistan yang berhasil meloloskan diri dari penjara Bagram di Afghanistan dan dibantu oleh umat Islam yang tinggal di sana dalam memperlancar pelarian tersebut. Untuk itu, umat Islam perlu terus difahamkan tentang dakwah dan jihad pada hari ini.

 Kesempatan terakhir dari Sharia4Indonesia yang diwakili oleh Ustadz Abu Shofiyah. Beliau menyampaikan perlu dan pentingnya sinergitas diantara komponen umat Islam, baik da'i dan mujahidin dalam menegakkan syariat Islam. Beliau mengilustrasikan sinergitas tersebut layaknya arena balap Formula One, dimana ketika jeda' atau istirahat maka setiap petugas akan masing-masing melakukan tugas mereka, seperti mengganti ban, mengelap kaca, hingga mengisi bahan bakar. Semua fihak saling sinergi dan tidak saling menyalahkan satu dengan yang lain, hingga si pembalap siap untuk berlaga dan menjadi pemenangnya.

 Dalam sesi tanya jawab, seorang peserta dari Majelis Mujahidin, Abu Zahrah menanyakan tentang beberapa masalah. Salah satunya tentang medan jihad, apakah dia akan terjadi secara alamiah atau harus dipersiapkan. Penanya kedua seorang ikhwan dari LIPIA, menanyakan definisi dan visi politik yang bagaimana yang harus dimiliki mujahidin.

 Pertanyaan para peserta dijawab secara bergantian hingga tuntas. Ustadz Luqman menyitir sebuah ayat bahwa apabila jihad sudah di depan mata maka kita tidak boleh lari darinya, meskipun kita juga tidak meminta disegerakan datangnya.

Ustadz Abu Shofiyah menjelaskan bahwa jihad adalah keniscayaan dan pasti. Lebih penting lagi menurut beliau adalah memberikan pemahaman yang shahih kepada umat akan jihad secara komprehensif. Sharia4Indonesia diadakan salah satu tugasnya adalah untuk itu katanya melanjutkan.

Sementara itu, Ustadz M Fachry menyitir perkataan Syekh Abdullah Azzam dalam kitabnya “Jihad Membela Negeri Kaum Muslimin” bahwa hukum jihad sudah fardhu 'ain saat ini hingga kita semua wajib menjalankannya sesuai dengan kemampuan, termasuk i'dad di dalamnya.

 Sementara untuk pemahaman politik yang dimaksud para pembicara sepakat bahwa politik disini adalah Siyasah Syar'iyyah atau politik Islam yang tentu berbeda dengan politik sekuler yang saat ini berlaku. Politik sekuler menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan, sementara itu politik Islam selalu mendasari diri kepada Al Qur'an dan As Sunnah.

 Di sesi akhir muncul usulan untuk membuat pusat studi atau riset yang khusus membahas dan menyusun rencana-rencana strategis umat dalam membangun sinergitas demi tegaknya syariat Islam. Jika orang-orang kafir dan sekuler saja bisa memiliki banyak lembaga-lembaga riset untuk menghancurkan Islam, maka mengapa umat Islam tidak bisa?

 Nampak di antara para peserta dan juga pembicara kerinduan akan tegaknya syariat Islam. Mereka semua juga setuju untuk segera membangun sinergitas diantara mereka, memetakan potensi dan kekuatan masing-masing tandzhim untuk kemudian bersinergi menegakkan syariat Islam, demi izharudeen dan meratanya rahmat Islam ke seluruh penjuru alam, insya allah.


Artikel Terkait:

Share this article :

0 comments:

Hot News

More on this category »

Liputan Kajian Islam

More on this category »

Dokumenter Konspirasi Musuh Islam

More on this category »

Melawan Konspirasi

More on this category »

Konspirasi Menghadang Islam

More on this category »

Paling Banyak Dibaca

Paling Populer

Anda Pengunjung ke :

Translate